Dulu saya merasakan sebuah momen yang dimana momen tersebut adalah momen yang mampu merubah pandangan saya dan merubah hidup saya, pada saat itu ada sebuah penyakit yang menyerang paman saya, penyakit tersebut merupakan penyakit pamdemi dimana saat itu penyakit tersebut telah menjangkit banyak orang dan merenggut banyak nyawa.
Dan saat penyakit tersebut masuk ke negara ini muncul kebijakan kebijakan yang membuat perusahaan saya mau tidak mau mengurangi karyawan yang masuk kerja, saya termasuk kedalam list tersebut. Setelah saya dirumahkan atau bisa dibilang diberhentikan sementara, saya berkerja hanya melalui pekerjaan sampingan, setelah beberapa minggu saya mendapat kabar bahwa paman saya terjangkit pernyakit tersebut dan harus dibawa kerumah sakit, kondisinya yang terus menurun membuat saya semakin khawatir, akhirnya saya memutuskan untuk menemani paman saya sebagai pendamping dan masuk kedalam ruang isolasi tersebut berdua.
Dan saat dimana saya harus merawatnya di rumah sakit terdekat, dokter juga melihat tanda tanda pada diri saya bahwasannya saya juga terkena penyakit pandemic tersebut sehingga mau tidak mau saya harus meninggalkan paman saya yang dirawat dirumah sakit sendirian, sehingga keadaannya terus memburuk hingga akhirnya paman saya meninggal dunia. Dari sanalah saya merasakan sosok yang sudah saya anggap seperti bapak saya sendiri pergi meninggalkan dunia.